02 Jan 2018 | 12:43:23 WIB
Pewarta : Budi Waluyo



Akhir Pelarian Ucok, Si Algojo Penembak Mati Balita Dua Tahun

Akhir Pelarian Ucok, Si Algojo Penembak Mati Balita Dua Tahun

Ucok s penembak mati Balita da tahun itu akhirnya ditangkap polisi. Ia digiring ke Mapolres Dharmasrsya Selasa (2/1/18)


kantorberitathetarget.com

DHARMASRAYA -- Pria yang tega menembak Rahmad, Balita umur dua tahun, anak kandung Sudirman Zai, akhirnya berhasil ditangkap gabungan petugas Reskrim Polres Dharmsaraya dan Unit Reskrim Polsek Sungai Rumbai. Pria nekat bernama Taucho alias Ucok 40 tahun itu disergap polisi pada Selasa (2/1/18) sekitar pukul 06.30 WIB di perkampungan Nias, Jorong Aur Jaya, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya.

Informasi yang dikumpulkan di Mapolres Dharmasraya, Ucok ditangkap tanpa perlawanan. Pria yang baru saja tinggal di Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar itu langsung digelandang ke Mapolres setelah dicokok polisi. Ucok yang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap Balita dua tahun melarikan diri ke komplek perkampungan Nias untuk bergabung bersama rekan rekannya.

Seperti diberitakan sebelunnya, Rahmad, Balita dua tahun anak dari Sudirman Zai tewas di tempat setelah ditembak dengan senjata rakitan oleh Ucok di pangkuan sang bunda. Rahmat diketahui tewas ditempat setelah tubuhnya terkena pelur gobok, senjata yang biasa dugunakan menembak celeng alias kondiak. Akibatnya, isak tangis pilu Sadirman Zai pecah ketika melihat anak kesayangannya bersimbah darah saat sedang berada di pangkuan ibunya bertempat ladang karet tempat dirinya bekerja sekira pukul 11.30 Wib Sabtu (30/13/17).

Sambil terisak menahan kesedihan Sadirman Zai menceritakan bahwa dirinya menerima Ucok ditempat Ia bekerja, dikarenakan ingin menyelamatkan orang kampung. Baru sepuluh hari ditumpangkan ditempat dirinya bekerja. Bahkan segala fasilitas berupa makan, minum, dan tempat tidur untuk beristirahat juga di sediakan, namun balasannya sungguh di luar dugaan, bahkan dirinya tega membunuh anak saya semata wayang, terangnya lirih.

"Tidak disangka, kebaikan diberikan kepada Ucok selama ini, dibalas dengan kekejaman. Air susu dia balam dengan air tuba," tambah Sudirman Zai, sembari mengusap air matanya.

Sadirman juga, merasa bingung atas perlakuan Ucok terhadap dirinya. Entah apa yang telah merasuki dirinya, karena tega membunuh dengan cara menembak anak saya. Bukan saja itu, istri saya juga terkena peluru Gobok ditembakkan oleh Ucok, karena saat itu anak saya sedang berada di pangkuan ibunya.
Padahal sepuluh hari silam, saya bersama keluarga telah berusaha mencarikan pelaku pekerjaan sebagai Penderes karet di Abai Siat Ini. Namun sekarang bantuan kebaikan selama ini, dibalas dengan kekejaman yang luar biasa, bahkan motif dari pembunuhan dilakukannya kepada anak saya juga tidak jelas, kata Sadirman sembari meraung.

Editor :Redaktur

COPYRIGHT © THE TARGET 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment