15 Des 2018 | 05:44:31 WIB
Pewarta : Johan Gampo Alam (Dharmasraya)



Puluhan Wanita Penghibur Disergap Pasukan Gabungan

Puluhan Wanita Penghibur Disergap Pasukan Gabungan

Kadis Pol PP dan Damkar Akrial terlihat ikut melaksanakan interogasi dan pendataan terhadap wanita penghibur bersama aparat polisi negara


THE TARGET ---- HUKUM

Pemkab Dharmasraya akhir akhir ini dibuat gerah oleh maraknya tempat hiburan malam. Pasalnya, kaum ibu dan kaum agamawan resah lantaran takut suami dan anak anak mereka terjebak dalam arus maksiat, sementara kaum agamawan lebih resah lagi karena khawatir umatnya akan terbawa arus maksiat yang melintas dan mungkin juga bersarang di bumi berjuluk Ranah Cati Nan Tigo. Baik kaum ibu maupun kaum agamawan meneriakkan kecemasan melalui berbagai media.

Meski sudah mendapat sorotan publik, tampaknya para pengelola hiburan malam masih kurang peka. Itulah sebabnya Pemkab Dharmasraya memerintahkan Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Akrial, S.Pd., M.H., untuk melakukan penertiban terhadap maraknya tempat hiburan malam yang jumlahnya sudah mecapai belasan tempat.

Akrial dan anak buahnya segera menata barisan. Mereka melakukan pengamatan dalam beberapa pekan untuk mengumpulkan informasi akurat. Akrial dan anak buahnya juga merangkul dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian negara untuk membantu melaksanakan penertiban. Dan pada hari dan tanggal serta jam yang ditetapkan, pasukan gabungan Pol PP dan kepolisian negara serta instansi terkait melaksanakan razia dan menangkap para pelaku hiburan malam.

Dalam razia Jumat (14/12/18) dan Sabtu dinihari, Akrial dibantu pasukan gabungan berhasil secara gemilang menankap 28 wanita penghibur. Mereka dicokok dari sejumlah tempat hiburan malam. Kuat dugaan, wanita wanita tersebut yang menjadi daya tarik pengunjung untuk rutin datang ke tempat hiburan. Mereka yang diduga menjerat pria hidung belang dengan cinta palsu berlatar harta.

Oleh karena itu, usai ditangkap, Akrial dan pasukan gabungan membawa para wanita tangkapannya ke markas. Di sana para wanita penghibur itu diinterogasi dan didata dokumen kependudukannya. "Mereka akan kita kembalikan ke kampung halamannya, kita serahkan kepada keluarganya. Kita tidak berharapereka kembali. Dan jika kedapatan kembali, Saya akan mengambil tindakan yang lebih berat lagi," ujar Akrial dengan tidak merinci dari mana saja para wanita penghibur itu berasal.

Editor :  Johan Gampo Alam

COPYRIGHT © THE TARGET 2017





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment